/Mari kita belajar mengenal 7 Jenis Desain Jendela
jenis-jenis jendela yang ada di sebuah rumah

Mari kita belajar mengenal 7 Jenis Desain Jendela

Jendela adalah sebuah bagian dari rumah atau bangunan yang berfungsi untuk melihat keadaan di luar atau juga sebagai sarana keluar-masuknya udara serta sebagai tempat masuknya cahaya matahari ke dalam ruangan.

Setiap jendela yang dibuat atau diciptakan tentunya tergantung dari iklim daerah di mana bangunan tersebut di dirikan. Dikarenakan hal itu, maka model atau juga desain dan bentuknya pun sangat berbeda-beda di setiap negara yang juga memiliki perbedaan musim.

Nah, berikut ini adalah jenis-jenis model dan desain jendela yang digunakan di banyak bangunan di seluruh dunia.

Swing

tahukah Jendela tipe ini mungkin sudah sering kita lihat di berbagai Negara

Jendela model swing ini adalah model jendela yang sangat umum ditemui di banyak negara di dunia. Tidak peduli negara tersebut terletak di daerah tropis dan sub-tropis, jendela model ini selalu saja dapat ditemukan. Bentuk dari model berdesain swing ini adalah yang memiliki engsel di bagian atas dan bawah atau terkadang juga terdapat di bagian tengah yang berfungsi sebagai penahan kedua bagian, yaitu daun jendela itu sendiri dan bagian kusennya. Jendela model ini dapat membuat udara dan cahaya matahari masuk secara leluasa, akan tetapi kelemahannya adalah membutuhkan space yang cukup luas agar tidak terbentur ketika dibuka atau akan ditutup.

Osilasi

tanpa membuka lebar jendela satu ini bisa menerima udara masuk dan keluar

Jendela jenis ini cukup populer digunakan beberapa tahun lalu, walaupun sekarang pun terkadang masih ada yang memakainya, namun tidak sebanyak waktu dahulu. Jendela osilasi adalah sebuah jendela yang tetap dapat mempersilakan udara keluar atau masuk tanpa harus membukanya secara lebar, seperti model swing. Disebut osilasi karena walaupun dapat terbuka, akan tetapi pada bagian ujugnnya terdapat pengait yang membuat jendela tersebut tidak dapat dibuka secara lebar.

Guillotine

memiliki fungsi yang simple menjadi ciri khas dari jendela yang satu ini

Jendela model guillotine atau yang lebih dikenal dengan istilah jendela geser ini adalah jenis yang banyak dipakai di daratan Eropa. Hal itu dikarenakan jendela geser ini tidak memakan banyak tempat dan cukup praktis, terutama untuk diaplikasikan di gedung-gedung perkantoran. Untuk membukanya, tidak seperti pintu geser yang dapat digerakkan ke kanan dan ke kiri, namun justru ke arah atas dan bawah.

Pivoting

memiliki kelebihan karena sengsel jendela nya terdapat pada bagian tengah

Jendela model pivoting atau tilting ini adalah model jendela yang mirip dengan osilasi. Hanya saja perbedaan mendasarnya terdapat pada engsel putarnya. Jika jendela model osilasi, engselnya terdapat pada bagian ujung dan hanya dapat terbuka sedikit saja, jendela model pivoting ini memiliki engsel pada bagian tengah dan dapat dibuka secara lebar. Kelemahannya adalah dibutuhkan space cukup luas ketika jendela ini dalam keadaan terbuka.

Foldable

cobalah kamu mengaplikasikan jendela model ini pada suatu ruangan

Seperti namanya, jendela model foldable adalah jenis jendela yang dapat dilipat seperti halnya sebuah sketsel ruangan. Dengan mengaplikasikan jendela model ini pada suatu ruangan, maka udara atau sinar matahari yang masuk akan sangat leluasa. Selain itu, space yang dibutuhkan ketika jendela tersebut dalam keadaan terbuka tidaklah besar. Hanya saja, yang dibutuhkan adalah space yang tertancap pada dinding gedung harus benar-benar memanjang agar jendela model ini dapat dilihat bentuknya saat memanjang ataupun kala dilipat.

Nako

persamaan dan perbedaan yang dimiliki jendela tipe Nako dan Tipe Pivoting

Jendela nako atau di Indonesia dikenal juga dengan istilah krepyak adalah jenis jendela yang mirip dengan jendela pivoting yaitu terdapatnya engsel di bagian tengah. Hanya saja perbedaannya terdapat pada jumlah kacanya. Jika di jendela pivoting hanya terdapat satu kaca saja, di jendela nako ada lebih dari 2 bagian yang dapat dibuka secara bersamaan atau terpisah.